Remahan.com

Menko Mahfud MD: Kalian Enggak Ngerti Arti Pelanggaran HAM

REMAHAN.com - Viral video polisi memukuli warga saat proses penggusuran permukiman di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Menko Polhukam, Mahfud MD enggan menanggapi persoalan tersebut.

Padahal, baru-baru ini Mahfud mengklaim di era pemerintahan Presiden Joko Widodo tak ada pelanggaran HAM. Pernyataan ini menjadi polemik di sosial media.

"Ah, sudahlah enggak usah diributkan, kalian enggak ngerti arti pelanggaran HAM," kata Mahfud di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/12).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini bungkam mengenai tindakan represif aparat terhadap warga Tamansari.

Sejumlah video beredar di media sosial memperlihatkan aparat memukul warga Tamansari. Dalam salah satu video, terlihat seorang aparat menarik warga ke arah kerumunan. Aparat kompak mengeroyok warga.

Baca: DPR RI Minta Presiden Segera Terbitkan Perppu Penundaan Pilkada

Selain itu, ada juga beberapa video yang memperlihatkan petugas memukuli warga di halaman pusat perbelanjaan Balubur Town Square (Baltos), dekat kawasan penggusuran.

Sejumlah video yang beredar itu diduga direkam oleh warga yang sedang berbelanja di Baltos.

Polisi Janji Mengusut

Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema seperti dimuat Merdeka.com mengaku akan mendalami dugaan pemukulan tersebut.

"Kami akan berkoordinasi dengan bagian Siber di Polda Jawa Barat dan juga Bidang Humas untuk bisa secara akurat menjelaskan peristiwa itu," ujar Irman.

Baca: Sempat Tolak Syamsuar, Ini Sikap AMPG Riau Usai Andi Rachman Mundur di Pencalonan Ketua Golkar

Proses penggusuran permukiman warga RW 11 Kelurahan Tamansari sempat ricuh. Beberapa kali warga dan polisi saling adu lempar batu hingga polisi pun menembakkan gas air mata.

Dari kejadian itu, Irman mengatakan pihaknya menangkap sebanyak 25 orang. Menurutnya mereka yang ditangkap adalah yang melakukan pelemparan batu.

"Sebanyak 25 orang diamankan dan dipilah untuk menjalani pemeriksaan urine dan terkait perbuatan yang dilakukan, selebihnya diserahkan ke Satpol PP dan diserahkan ke orang tua," tuturnya. Rm

254 0

Artikel Terkait

Syamsuar Ketua Golkar, Sekum PAN Riau: Kekecewaan Kader Jangan Berlarut-larut
Syamsuar Ketua Golkar, Sekum PAN Riau: Kekecewaan Kader Jangan Berlarut-larut

Politik

Syamsuar Ketua Golkar, Sekum PAN Riau: Kekecewaan Kader Jangan Berlarut-larut

Andi Rachman Mundur di Musda Golkar, Syamsuar akan Terpilih Secara Aklamasi
Andi Rachman Mundur di Musda Golkar, Syamsuar akan Terpilih Secara Aklamasi

Politik

Andi Rachman Mundur di Musda Golkar, Syamsuar akan Terpilih Secara Aklamasi

PKS Sindir Prabowo ke Luar Negeri,Gerindra: Jangan Genit
PKS Sindir Prabowo ke Luar Negeri,Gerindra: Jangan Genit

Politik

PKS Sindir Prabowo ke Luar Negeri,Gerindra: Jangan Genit

Artikel Lainnya

Bagus Santoso Siap Wujudkan Bengkalis BEDELAU
Bagus Santoso Siap Wujudkan Bengkalis BEDELAU

Politik

Bagus Santoso Siap Wujudkan Bengkalis BEDELAU

Bantahan Moeldoko Tak Punya Hubungan Keluarga dengan Eks Petinggi Jiwasraya
Bantahan Moeldoko Tak Punya Hubungan Keluarga dengan Eks Petinggi Jiwasraya

Politik

Bantahan Moeldoko Tak Punya Hubungan Keluarga dengan Eks Petinggi Jiwasraya

Demokrat Nilai saat Jokowi Ada Masalah akan Bawa-bawa Nama SBY
Demokrat Nilai saat Jokowi Ada Masalah akan Bawa-bawa Nama SBY

Politik

Demokrat Nilai saat Jokowi Ada Masalah akan Bawa-bawa Nama SBY

Komentar